Mahasiswa se – kota Cimahi gelar aksi mimbar bebas dan refleksi September hitam

author
1 minute, 14 seconds Read

Aksi tersebut di lakukan oleh beberapa kelompok Mahasiswa se – kota Cimahi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cimahi (GMC) di alun alun Cimahi, kota Cimahi, Jawa Barat, Jum’at malam (30/09/2022)

mahasiswa Cimahi tersebut melakukan aksi teaterikal menolak lupa September Hitam di Indonesia serta mangangkat isu lokal kenaikan angka pengangguran dan banjir yang sering terjadi di beberapa daerah di kota Cimahi. Terlihat sejak pukul WIB mahasiswa Cimahi ini mengenakan pakaian serba hitam menandakan kondisi September Hitam di Indonesia di warnai sejumlah kelam hak asasi manusia.

Virlana Rahmansyah koordinator Gerakan Mahasiswa Cimahi menjelaskan, aksi ini sebagai aksi mengingat sejumlah peristiwa kelam hak asasi manusia (HAM) di Bulan September dari masa ke masa.

“Masih nyata dalam ingatan bangsa ini, semua pelanggaran HAM yang terjadi di bulan September dari masa ke masa, yang sampai saat ini kasus ini tidak pernah terpecahkan ,” ucap Virlana.

Ia mengatakan, tragedi itu dimulai dari tragedi G30S PKI 1965, Tanjung Priok 1984, tragedi Semanggi II 1999,  Pembunuhan Munir 2004, hingga brutalitas aparat dalam aksi Reformasi Dikorupsi yang baru saja terjadi 2019 lalu.

Dalam aksi tersebut juga turut mengundang dari pihak Disnaker dan BPBD untuk menjelaskan tentang isu lokal peningkatan angka pengangguran di kota Cimahi yang saat ini menduduki peringkat ke dua terbanyak penganggurannya di Jawa Barat serta mempertanyakan kinerja BPBD terhadap kejadian banjir yang terus menerus terjadi di sejumlah daerah di kota Cimahi. Namun sayang dari pihak Disnaker dan BPBD tidak hadir di dalam aksi tersebut.

“Kita sebagai mahasiswa harus menjadi mitra kritis bagi pemerintah kota Cimahi,” ujarnya.

Penulis : M. Rizki Aliansyah

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *