Peran Ulama Cileunyi dalam Lingkaran Ulama Nusantara Abad 19-20 M, Siapakah Mama Naqsyabandi Pengkolan? (1)

author
2 minutes, 46 seconds Read

Oleh Nasihin Tulisan ini berawal dari program Ziarah Rutin bersama Ranting Ansor Cimekar dan minimnya informasi dan tulisan peran dan jejak tokoh-tokoh Ulama Cileunyi. Di bagian awal tokoh yang akan dibahas diantaranya: Kiai Sulaiman Naqsyabandi (Mama Pengkolan) Pesantren Nailul Kirom, KH Sudja’i Pesantren Al-jawami dan KH Atthoillah Pesantren Nahdjusalam Panyawungan.

Ziarah pertama ke makam Mama Pengkolan atau Kiai Naqsyabandi, menurut informasi keluarga beliau, nama asli Mama Pengkolan adalah Kiai Abdul Malik. Beliau mengijajahzahkan wirid Tarekat Naqsyabandiyah, termasuk Nenek penulis dari ibu adalah pengamalnya. Pengajian tarekat kemis pagi beliau banyak dihadiri masyarakat sekitar Cileunyi termasuk dari daerah Manglayang Tanjungsari. Kiai Naqsyabandi adalah ulama kharismatik namun belum diketahui tempat belajar dan siapa guru-guru beliau.   Pesantren Kiai Abdul Malik terletak di daerah Kampung Margamulya Desa Cimekar, Cileunyi, dulu kampung ini terkenal dengan sebutan Pengkolan Desa Cinunuk Kecamatan Ujungberung. Pesantren beliau sekarang bernama Nailul Kirom berdiri sekitar tahun 1930, menurut informasi beliau masih keturunan Mbah Hasan Nuryayi Garut, murid dari Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan.

Versi yang beredar di keluarga Cileunyi beliau putra KH Hasbi, KH Hasbi putra Kiai Sulaeman (?), namun di salah satu tulisan Seuweu Siwi Embah Nuryayi (Ahmad Jubaedi) menyebutkan KH Hasbi adalah putra KH Abdulah Manshur, KH Abdulah adalah putra KH Muhammad (Cibunut), KH Muhammad putra KH Hasan Basori, KH Hasan Basori putra KH Salim, KH Salim putra Mbah Hasan Nuryayi.    Dalam tulisan (A. Ginanjar Syaban), catatan Snouck Hurgonje Sepanjang tahun 1889-1891, Snouck melakukan rihlah perjalanan keilmuan mengelilingi pesantren-pesantren tua yang ada di wilayah Sunda (Jawa Barat dan Banten) serta Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Madura, Snouck menuliskan nama-nama tokoh Ulama diantaranya; Baca Juga: Satkorcab Banser Subang Gelar Pelatihan Media Cyber, Umam: Mari Bergerak Kuasai Medsos

Kiai Muhammad Garut, awal pendidikan beliau adalah belajar atau berguru pada ayahnya Kiai Hasan Basori (Kiarakoneng), Kakeknya Kiai Abdulah Salim, Kiai Bunter Tanjungsari kemudian ke Timur, Pesantren Sidoresmo (Surabaya) dan ke Bangkalan Madura dan seterusnya beliau belajar dan mengajar di Makkah.

Di Makkah beliau berguru pada Kiai Zahid Solo, Syaikh Muhammad Al-Zawawi, Syaikh Muhammad Hasbullah Al-Makki dan beliau termasuk murid Syaikh Khatib Sambas (w. 1876), beliau juga seorang Mursyid Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah. Kiai Muhammad Garut termasuk guru dari KH Hasan Mustafa (1852-1930) seorang ulama sufi, penghulu dan pujangga Sunda sahabat dari Snouck Hurgronje (1857-1936) penasehat urusan pribumi pemerintah kolonial Hindia Belanda.

KH Hasan Mustafa adalah salahsatu tokoh yang pernah mengajar di Makkah di antara guru-guru beliau selain KH Muhammad Garut, diantaranya: Kiai Kholil Bangkalan, Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (w. 1885), Syaikh Abu Bakar Muhammad Syatha (w. 1890), Syaikh Sa’id Ba-Bashil (w. 1912), Syaikh ‘Abdullah al-Zawawi (w. 1924), Syaikh Sulaiman Hasbullah al-Makki (w. 1917), Syaikh Nawawi Banten (w. 1897) dan lain-lain.

Jejak KH Mustafa di Makkah terekam dalam catatan “Mekka” (1888) karya Snouck Hurgronje dan juga terekam dalam manuskrip berbahasa Arab berjudul “Tarajim Ulama Jawah” karya Rd. Aboe Bakar Djajadiningrat (w. 1914). KH Hasan Mustafa dimakamkan di pemakaman bupati-bupati Bandung di Astana anyar Bandung.

Kembali ke Kiai Naqsyabandi, Pesantren beliau kini diasuh oleh KH Moh Kholilullah menantu Kiai Agus Badrudin putra Kiai Naqsyabandi, Kiai Naqsyabandi mempunyai adik bernama Nyai Onoh (Ma Onoh) yang diperistri oleh Kiai Fakih (Tasikmalaya), Kiai Fakih mempunyai putra diantaranya Kiai Sulaiman Mahfud ( Apa Encep) salah satu tokoh NU Cileunyi sekitar tahun 50-an, beliau adalah ayah dari KH Uus Usman Rais Syuriyah dan Ketua MUI Cileunyi saat ini sekaligus pengasuh Ponpes Fathul Mu’in Cileunyi.

Sumber: https://jabar.nu.or.id/tokoh/peran-ulama-cileunyi-dalam-lingkaran-ulama-nusantara-abad-19-20-m-siapakah-mama-naqsyabandi-pengkolan-1-a8QVh

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *