Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengadakan kegiatan SARASEHAN NASIONAL.

author
2 minutes, 44 seconds Read

Kegiatan tersebut di laksanakan di hotel Akshaya Front One Karawang dan hadiri oleh Deny Ahmad Haidar selaku Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Idy Muzayyad selaku Pimpinan Pusat Ketua Bidang Sosial Budaya, KH Nandang Kusaeri Ketua PCNU Karawang, Ihsanudin Anggota DPRD Provinsi Jawa barat,beserta jajaran PC GP Ansor se Jawa Barat

SARASEHAN NASIONAL ini bertemakan “Antisipasi Krisis Sosial Ekonomi di Era Disrupsi Informasi”

Ihsanudin, Ketua pelaksanaan kegiatan dalam mengatakan”Tema yang diambil adalah gagasan yang muncul dari sebuah kegelisahan, mendengar banyak statement di tahun 2023 Indonesia akan mengalami Krisis Sosial-Ekonomi. Rabu (23/11/2022).

“Kita tahu itu, kita sedikitnya merasakan bahwa Ekonomi di masyarakat kita sedang tidak baik-baik saja”, pungkasnya.

“Maka,dari kegelisahan itu menjadi gagasan dan kegiatan silaturahmi untuk berdiskusi terhadap masalah yang sedang dan akan terjadi di kemudian hari” tuturnya.

Sesuai roundon kegiatan kita akan melaksanakan diskusi beberapa tema yang sudah di siapkan diantaranya :

Pertama “Antisipasi Krisis Sosial Ekonomi di Era Disrupsi Informasi” yang akan di isi langsung oleh Ketua Umum Kita (Gus Men)

Kedua “Media Sebagai Perekat Kohesi Sosial Menghadapi Krisis Global” yang akan di sampaikan oleh 3 narasumber yaitu Dr. Gungun Heryanto (Pengamat Komunikasi Politik), Hasanuddin Ali (CEO Alvara Research Centre), dan Idy Muzayyad, M.Si. (Ketua Bidang Sosial Budaya PP GP Ansor).

Ketiga diskusi tentang “Kesiapan Pemerintah dan Kemandirian Masyarakat Mengantisipasi Krisis” juga akan di isi oleh 3 narasumber yaitu H. Erick Thohir (Menteri BUMN), Soemantri Suwarno (Pengamat Ekonomi dari PBNU), dan Ihsanudin, M.Si. (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat).

Ihsanudin berharap “setelahnya kegiatan ini menghasilkan banyak solusi yang kongkrit dan mampu dieksekusi dengan baik.”

Ihsanudin juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum PP GP Ansor Gus Men (Panggilan akrabnya) dan Erick Thohir Menteri BUMN karena tidak bisa hadir dalam kegiatan ini.

Karena tidak bisa hadir, H. Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Men selaku Ketua Umum PP GP Ansor memberikan video sambutan yang diberikan kepada panitia pelaksana kegiatan.

Dalam Video sambutannya Gus Men menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir.

“Tema dalam kegiatan SARASEHAN NASIONAL ini sangat menarik,juga menegaskan bahwa GP Ansor Responsif dan Antisipatif”, kata Gus Men

“Jika melihat angka statistik saat ini perekonomian Indonesia ada di angka 5,54% artinya Indonesia masih baik dibandingkan negara-negara yang lainnya. Dan itu diakui oleh negara lain ketika dalam kegiatan G 20 kemarin di bali” tururnya.

 

“Kita harus membangun dan menumbuhkan optimisme dalam pikiran masyarakat kita, melalui media yang kita punya”, tegas Gus Men

“Tentu pada saat ini Sosial media menjadi konsumsi masyarakat kita,ini menjadi hal penting dan menjadi peluang untuk kita manfaatkan”,

“Selamat dan Sukses, semoga kegiatan ini tidak hanya sebatas diskusi biasa,hasilnya tidak hanya sebagai wacana,namun membuahkan hasil yang kongkrit yang bisa di eksekusi”, Tutup Gus Men

Sementara itu, Idy Muzayyad menambahkan” yang dikatakan Gus Men bahwa kegiatan hari ini adalah bukti GP Ansor adalah Gerakkan Pemuda sesuai namanya, kita harus bergerak merespon cepat dan antisipasi terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.

“Artinya kita harus berada di garda terdepan, bukan ikut-ikutan ada di dalam masalah” imbuhnya.

“Sebab, dari dulu sampai saat ini NU selalu ada dan kita GP Ansor ada di dalamnya berpartisipasi membuat solusi untuk kebaikan negara kita”, ucap Idy

“Untuk menghadapi krisis ini, minimal tadi yang sudah dikatakan oleh ketua panitia yaitu optimisme, karenanya kita perlu bekerjasama, membangun kebersamaan, gotong royong, saling membantu satu sama lain dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digitalisasi”, tutup Idy ***Helmi

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *